Selamat datang! Rambak Bali Asli lebih enak dari merk Rejeki kata customer kami loh... Buktikan kelezatannya sekarang juga!

Tawan the Real Iron Man

Iron Man asal Bali

Pria 31 tahun bernama I Wayan Sumardana mendadak terkenal setelah ‘beredar’ di dunia maya akibat ke-kreatifannya. Bapak tiga anak itu merakit robot buatan untuk tangan kirinya yang tidak berfungsi. Sekarang ia dikenal sebagai The Real Iron Man (Iron Man sebenarnya/Iron Man asli) di dunia maya.

Di balik musibah pasti ada terang, asalkan kita mau tetap bangkit dan berjalan maju. Berawal dari sekitar enam bulan silam, suami Ni Nengah Sudiartini (29) tiba-tiba sakit. Diawali dengan perut mulas hingga berjam-jam ke toilet bahkan hingga dirinya lemas. “Karena lemas, waktu itu saya ketiduran sekitar pukul 14.00,” kata pria yang juga akrab dipanggil Tawan itu. Setelah bangun, dia merasa seperti kehilangan tangan kiri, bukan sekadar mati rasa. Karena menduga menderita stroke ringan, ia lalu memeriksakannya ke RSUD Karangasem.

Namun, vonis dokter menyatakan bahwa tawan baik-baik saja karena itu ia lantas pulang dan berusaha bekerja seperti biasanya, namun tak sanggup lantaran pekerjaannya itu lebih sering membutuhkan otot dan kedua tangannya. Tawan sadar betul bahwa tak mungkin mengandalkan istri untuk usaha bengkel las dan barang bekasnya.

Tawan the Real Iron Man

Bekerja dibantu lengan robotik

Karena memiliki basic di Teknik Elektro SMK Rekayasa, Denpasar, 2002, Tawan yang juga pernah menjadi guru di SMKN 1 Manggis itu berinisiatif merancang semacam robot yang menggunakan tenaga dan pikiran.

Dengan modal terbatas, Tawan searching melalui internet mengenai cara menciptakan robot. Hebatnya, sebagian besar bahan yang digunakannya ialah barang bekas.

Tiga unit komputer rusak akibat alat-alatnya diambil untuk keperluan robot tangan kirinya tersebut. Gir, dinamo, baterai dan gir menggunakan barang bekas. Baterai menggunakan bekas peralatan diving yang bisa di-charge ulang. “Spare part yang baru (dia beli) hanya alat penyerap sinyal otak seharga Rp 4 jutaan,” aku Tawan.

Di balik kesuksesannya tersebut, Tawan pernah lima kali gagal membuat lengan robotik. Ia juga menyatakan bahwa lengan robotik yang dikendalikan otaknya masih jauh dari sempurna karena sangat menguras tenaga dan pikiran. Akankah ia bernasib sama seperti dulu lagi setelah sekarang terkenal? Semoga pemerintah bisa mengakui dan menghargai kinerjanya, serta memanfaatkan alat ciptaannya demi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sukses dan salut buat Tawan!

Sumber foto 1: www.theidntimes.com, foto 2: pojoksatu.id.

Please write a shout!