Amazing: 120pcs Roti Ayam Betutu dan 10 porsi Ayam Betutu Bu Koming terkirim dengan selamat! Pesan sekarang via WhatsApp, klik disini aja

Di jaman serba online ini, masih ada beberapa orang yang pengen COD saat membeli di OlehOlehKhasBali.com. Mereka kerap bertanya alasan kenapa kami tidak mau COD alias bayar saat barang diterima. Biasanya mereka menginginkan COD saat mereka sedang di Bali.

Saya pernah membaca sebuah artikel kalau tidak salah di Kaskus ya, entahlah saya lupa persisnya dimana. Yang saya ingat, di artikel tersebut ditulis bahwa orang yang suka COD biasanya pengangguran. Jangan tersinggung dulu, alasannya cukup masuk akal:

COD berarti menyediakan waktu, janjian dan menunggu di lokasi yang sudah ditentukan sebelumnya entah itu di lokasi calon pembeli atau janjian ketemuan di suatu tempat. Kalau calon pembeli adalah orang yang sibuk, apakah kira-kira bisa meluangkan waktu hanya untuk menerima barang pesanan? Kalau memang ada waktu, kenapa tidak beli sendiri di toko terdekat?

Baca juga: Sedang liburan di Bali? Kami kirimkan oleh-oleh ke Hotel!

Jika salah satu pihak terlambat, maka sudah pasti pihak lainnya akan mengalami kerugian dari segi waktu, tenaga dan pikiran.

Dari sisi saya sebagai penjual

Awal-awal berjualan online sekitar tahun 2010, saya masih ingat dengan jelas ada customer yang memesan lebih dari 10 kotak Pia Legong dan beberapa jajanan lain. Hanya Pia Legong yang masih saya ingat, karena saat itu customer tersebut menginginkan COD di hotel. Lalu rekan kerja saya yang membantu mengirimkan paket tersebut di hotel, mengabari saya dan mengatakan bahwa Pia Legongnya hanya diambil sebagian, yang lainnya batal.

Apapun alasannya, jelas ini sangat merugikan saya sebagai penjual makanan. Pia Legong saat itu memang masih murah harganya, sekitar 70rb per kotak tapi jika dikalikan 10 tentu sudah lumayan. Makanan jika diretur, kadaluwarsanya jalan terus dan ini berarti barang sudah tidak fresh lagi. Customer saat itu dengan enak membatalkan sebagian pesanan karena dia belum bayar!

Mereka memang sengaja memesan dua atau tiga produk sekaligus, lalu hanya memilih salah satu yang paling cocok baginya (ini bukan kata saya, tapi saya mengalaminya).

Kalau kamu jadi penjual yang barangnya dibatalkan tanpa pemberitahuan, alias dibatalkan sepihak dengan seenaknya bagaimana perasaanmu? Kan ngga mungkin banget Pia Legongnya diretur ke toko, mereka tidak mungkin menerima retur. Saat itu saya biarkan customer tersebut membeli sebagian saja, daripada dibatalkan semua pikir saya. Namun kejadian tersebut saya jadikan pengalaman dan belajar darinya. Bayangkan seandainya yang diretur itu Roti Ayam Betutu yang hanya tahan 3 hari, sudah pasti rugi kan!

Lalu, kenapa calon pembeli itu biasanya ngotot pengen COD?

Alasan yang paling kuat yakni mereka takut ditipu. Memang, COD adalah cara paling aman untuk menghindari penipuan. Tapi kalau order cuma 100.000 dan minta COD? Saya rasa kok wasting time banget.

Alasan kedua, kemungkinan calon pembeli itu memang berniat nakal, yakni ingin melihat barangnya dulu secara langsung, lalu memilih yang dia suka saja, sisanya diretur. Disini ia memanfaatkan psikologis penjual, yang pasti akan berpikir, lebih baik diretur sebagian daripada diretur semua. Biasanya juga buyer nakal akan dengan sengaja menawar habis-habisan karena merasa di atas angin.

Alasan yang kedua ini diperkuat dengan pengakuan salah satu petinggi marketplace terkemuka di Indonesia yang menyatakan bahwa ada cukup lumayan kasus barang diretur saat COD. Modusnya kurang lebih mirip. Misal ada pembeli yang memesan 3 buah pasang sepatu. Dia sengaja memesan 3 buah pasang sepatu yang warnanya berbeda, sizenya berbeda atau modelnya berbeda. Tujuannya saat sepatu tersebut datang, ia lantas mencoba mana yang dirasa paling cocok baginya, sisanya diretur. Jadi tujuan dia sebenarnya hanya membeli 1 pasang saja! Biasanya ini terjadi pada produk fashion, seperti sepatu atau baju.

Baca Juga: Pengalaman Menghadapi Buyer Nakal dan Buyer Baik Hati

Kesimpulannya, COD itu lebih menguntungkan pembeli dari banyak sisi, tapi merugikan penjual di banyak sisi. Jadi, saya tidak mau barang saya diretur lagi oleh buyer nakal. Maka dari itu kami tidak pernah mau menerima COD lagi sejak saat itu. Saudara kandung saja bisa jadi musuh karena uang kok, apa yang saya bisa percayai dari calon pembeli yang minta COD?

Tidak semua buyer itu nakal, tapi ada lho buyer yang memang nakal dan dari awal niatnya tidak baik. So, kalau kamu masih ragu, bisa coba alternatif pembayaran lain yang sudah kami sediakan yakni via transfer Go-Pay. Lebih cepat dan lebih aman kan 🙂

1 Shout

  1. […] Baca juga: Kenapa kami tidak menerima COD (Cash On Delivery)? […]

Please write a shout!